Tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia, Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Setiap ulama beroleh pertanyaan yang sama:
"Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Beberapa ulama telah jatuh menjadi korban kejahatan Timur Lenk ini. Dan akhirnya, tibalah waktunya Nasrudin diundang. Ini adalah perjumpaan resmi Nasrudin yang pertama dengan Timur Lenk. Timur Lenk kembali bertanya dengan angkuh :
"Jawablah: apakah aku adil ataukah lalim. Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal."
Dan dengan menenangkan diri, Nasrudin menjawab :
"Sesungguhnya, kamilah, para penduduk di sini, yang merupakan orang-orang lalim dan abai. Sedangkan Anda adalah pedang keadilan yang diturunkan Allah yang Maha Adil kepada kami."
Setelah berpikir sejenak, Timur Lenk mengakui kecerdikan jawaban itu. Maka untuk sementara para ulama terbebas dari kejahatan Timur Lenk lebih lanjut. TEORI KEBUTUHAN
Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,
"Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..."
Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."
Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?"
Nasrudin menjawab seketika, "Tentu, saya memilih kekayaan."
Hakim membalas sinis, "Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?"
Nasrudin balik bertanya, "Kalau pilihan Anda sendiri?"
Hakim menjawab tegas, "Tentu, saya memilih kebijaksanaan."
Dan Nasrudin menutup, "Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya."
GELAR TIMUR LENK
Timur Lenk mulai mempercayai Nasrudin, dan kadang mengajaknya berbincang soal kekuasaannya.
"Nasrudin," katanya suatu hari, "Setiap khalifah di sini selalu memiliki gelar dengan nama Allah. Misalnya: Al-Muwaffiq Billah, Al-Mutawakkil 'Alallah, Al-Mu'tashim Billah, Al-Watsiq Billah, dan lain-lain. Menurutmu, apakah gelar yang pantas untukku ?"
Cukup sulit, mengingat Timur Lenk adalah penguasa yang bengis. Tapi tak lama, Nasrudin menemukan jawabannya. "Saya kira, gelar yang paling pantas untuk Anda adalah Naudzu-Billah* saja."
* "Aku berlindung kepada Allah (darinya)" Mulai saat ini gw, akan memposting cerita cerita lucu penuh hikmah Nasrudin Hoja
Sedikti ttg Nasrudin Hohja : Nasrudin adalah seorang sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol. Sewaktu masih sangat muda, Nasrudin selalu membuat ulah yang menarik bagi teman-temannya, sehingga mereka sering lalai akan pelajaran sekolah. Maka gurunya yang bijak bernubuwat: "Kelak, ketika engkau sudah dewasa, engkau akan menjadi orang yang bijak. Tetapi, sebijak apa pun kata-katamu, orang-orang akan menertawaimu."
Cerita pertama : "Api ! Api ! Api !"
Hari Jum`at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum`at. Namun belum lama ia berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian tertidur dengan lelap. Maka berteriaklah Sang Mullah,
"Api ! Api ! Api !"
Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya,
"Dimana apinya, Mullah ?"
Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh pada yang bertanya,
"Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah." Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum dibawah ini agar waspada dan terus memonitor perkembangan bank dimaksud sebelum terjadi kesulitan utk mencairkan dananya.
DAFTAR BANK YANG AKAN TUTUP - UTK TINJAUAN BULAN JULY 2007 Dengan berakhirnya program penjaminan Pemerintah atas simpanan dana pihak ketiga di perbankan nasional periode 31 Maret 2007 dan pasca dibubarkannya BPPN, nasabah saat ini harus pandai-pandai menilai & memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana.
Dengan dibubarkannya BPPN pada February 2004 maka berarti tidak akan ada lagi lembaga yg akan menyelamatkan bank-bank yang sakit/sekarat. Pernyataan dari Dirjen Lembaga Keuangan yg secara tersirat menyatakan akan ada beberapa bank lagi yang akan tutup.
Berikut 9 daftar bank yang akan tutup per July 2007: 1. Bank Bukopin 2. Bank BTN 3. Bank BCA <== BCA termasuk dalam daftar !!! 4. Bank BII 5. Bank Permata 6. Bank Niaga 7. Bank Agro 8. Bank ABN 9. Citibank 10. Bank Danamon
Bank-bank tersebut di atas akan tutup sore hari setiap harinya sekitar pukul 15.00 dan akan dibuka kembali esok pagi setiap harinya sekitar pukul 08.00 Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, agar maklum adanya..
Ttd. PPCS BSI Persatuan Petugas Cleaning Service BANK Seluruh Indonesia He3x, serius banget siiih bacanya. Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang. Hari pertama, dia nelepon temannya :
"Rin, gue udah tau semuanya !"
"Hah.." Suara disana terdengar lemas. "Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya yang lagi tiduran. "Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa."
Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita. "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. TApi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"
"BEres. "
Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja. "Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pah, Ita mau ngomong."
"Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih."
"Ita udah tau semuanya Pah..."
Mendadak PApanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah."
Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Ijah Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun
Diluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.
"Pak !!!" Ita benar-benar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau semuanya."
Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung. "Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !" Sekolah dasar didaerah pedesaan biasanya bangunan sekolahnya tidak semewah gedung sekolah di perkotaan.Muridnya sebagian besar dari kalangan orangtuanya yang berprofesi sebagai petani atau buruh kasar. Tetapi mutu pelajaran yang diberikan oleh gurunya tidak mau kalah dengan rekannya yang dikota. Pada suatu hari disalah satu sekolah dasar di pedesaan seorang guru memberikan pelajaran bilogi mengenai peredaran darah, didepan klas lima. Dia mencoba untuk membuat pelajarannya jadi jelas bagi anak anak itu.
"Sekarang anak anak,coba dengarkan ! Bila saya membalikkan badan saya dengan kepala dibawah dan kaki diatas.Apa yang terjadi dengan darah saya ?
Anak anak serempak menjawab, "darah turun kekepala Bapak !"
"Betul sekali !", kata Bapak guru.
"Dan kepala Bapak akan berubah jadi merah,karena banyak darah mengalir kemari" kata bapak guru menambahkan sambil menunjuk kekepalanya.
Anak anak semua memperhatikan penjelasan Bapak guru.
"Anak anak, apabila kemudian Bapak berdiri lagi seperti semula dengan kaki dibawah dan kepala diatas,kenapa kaki Bapak tidak berubah jadi merah karena banyak darah mengalir kesini?" Tanya Bapak guru sambil menunjuk kearah kakinya.
Anak anak terdiam dan saling pandang satu dengan lainnya karena tidak ada yang tahu jawabannya.
Sementara sebagian besar anak anak terdiam, seorang anak laki laki yang duduk dideretan belakang berteriak, "karena kepala Bapak kosong !" Seorang pemuda sedang dalam perjalanannya kembali ke Jakarta dengan kereta Senja Utama. Persis di depannya duduk seorang bapak. Setelah lama berdiam diri, sambil menguap si pemuda bertanya kepada bapak tersebut, "Jam berapa sekarang, pak?" Sebuah pertanyaan yang biasa kita tanyakan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun khan??? Dan biasanya kita selalu dapat jawaban.
Namun kali ini sungguh diluar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang bapak agak kurang pendengarannya, pemuda tersebut mengulanginya sampai 3 kali. Namun si bapak diam tidak bergeming sedikitpun. Karena kesal, pemuda tersebut langsung mencolek bapak tersebut dan berkata, "Saya heran mengapa bapak tidak menjawab pertanyaan saya?? Apa sich susahnya?"
Si bapak bilang, "Bukannya saya nggak mau menjawab, tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini soal itu, terus sampai nanti kita jadi akrab."
Si pemuda melongo mendengar ceramah bapak tadi. Terus dia tanya lagi, "Lalu apa salahnya kalau kita akrab?"
Si bapak bilang, "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya di Gambir, kalau kita akrab, nanti kita akan turun sama-sama. Terus saya pasti mengenalkan mereka sama kamu."
Si pemuda tambah bingung dan penasaran. "Terus pak??" tanyanya lagi.
"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang, nanti dia pasti nawarin kamu mampir ke rumah. Nanti kamu mandi di rumah saya, terus makan di rumah saya. Nanti lama-lama kamu bisa akrab sama anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya. Lama-lama kamu bisa jadi menantu saya." Katanya lagi.
Si pemuda yang tadi sudah bingung sekarang makin bingung. Lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang pertama??"
Sambil berdiri bapak tersebut menjawab dengan lantang, "Masalahnya?, SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU. JAM TANGAN AJA NGGAK PUNYA!" Seorang anak kecil bertanya kepada bapaknya: "Bapak, bisakah menerangkan, apa arti "politik" itu?"
Bapaknya menjawab: "Tentu akan aku terangkan. Ambillah contoh keluarga kita sendiri :
* Aku pulang ke rumah membawa uang, maka aku bisa disebut Kapitalis. * Ibumu yang membelanjakan uang itu, kita sebut ibumu itu Pemerintah. * Kita berdua mengurusmu, maka kamu ibarat sebagai Rakyatnya. * Sedang pembantu rumah tangga kita, kita namai Buruhnya. * Satpam kita yang jaga malam, itu ibarat Militernya. * Dan adikmu yang masih pakai popok itu sebagai generasi masa depan.
Sudah mengerti?" tanya bapaknya.
Anak kecil itu masih belum jelas benar, keburu dia segera pergi tidur. Pada tengah malam, dia terbangun karena adiknya menangis. Dia bangun dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. Namun anak kecil itu tak mendapati orang tuanya di kamarnya.
Lalu dia pergi ke kamar tidur pembantu, betapa kecewanya ternyata bapaknya sedang tidur bersama pembantu. Dengan frustrasi anak kecil itu akan melapor ke pos jaga satpam di halaman rumah, di dapati ibunya sedang bermain dengan satpamnya. Anak kecil itu kemudian tidur lagi.
Esok harinya, bapaknya bertanya pada anaknya, apakah kiranya bisa diterangkan arti politik dalam bahasa kamu sendiri?
Anak kecil itu menjawab: "Ya, sekarang saya tahu. Kapitalis ngerjain buruhnya. Sementara pemerintah berkolusi dengan militernya. Rakyat benar-benar tidak tahu. Dan masa depannya hancur."
| |